Pemutih Wajah Berbahaya: Bahaya Paraben Pada Kosmetik

Pemutih wajah berbahaya yang mengandung merkuri banyak beredar di pasaran. Bahkan, sebagiannya mengaku telah terdaftar di BPOM.

Misalnya merek Baby Pink, produk cream pemutih yang diklaim ampuh memutihkan kulit dalam 7 hari. Tidak sedikit yang percaya dengan khasiat dari cream ini dan membelinya. Padahal, menggunakan cream pemutih wajah racikan dokter asli akan lebih aman.

Bahan kimia yang digunakan pada produk kosmetik sangat penting untuk diketahui. Pasalnya, sebagian besar perempuan setiap hari bergelut dengan makeup dan kosmetik.

Selain merkuri, bahan baku yang diwaspadai para pengguna kosmetik adalah paraben. Kosmetik dengan kandungan paraben kerap kali dianggap berbahaya. Mengapa paraben dianggap berbahaya pada kosmetik?

Maklonkosmetika.com telah merangkum pembahasan mengenai bahan kimia paraben yang sering digunakan pada produk kosmetik, terutama pemutih wajah, dari berbagai sumber. Yuk, disimak!

Apa itu paraben?

Pemutih Wajah Berbahaya
Paraben

Paraben adalah bahan kimia yang digunakan dalam industri kosmetik sebagai pengawet sintesis.  Paraben berasal dari asam yang ditemukan pada blackberries dan raspberries.

Paraben tidak hanya terdapat pada produk kosmetik saja. tetapi juga ditemukan pada produk-produk makanan dan obat. Mengapa produk-produk tersebut harus menggunakan parabean? karena paraben dipercaya dapat menjaga produk dari bakteri dan jamur sehingga lebih tahan lama.

Jenis-Jenis Paraben

Produk kosmetik dengan tambahan parabean di antaranya cleanser, lotion, foundation, deodoran, sampoo, pelembab, tabir surya dan maskara. Jenis paraben yang digunakan di antaranya Methylparaben, Ethylparaben, Isobutylparaben, Propylparaben dan sebagainya. Paraben juga ada yang tidak ditulis dengan nama aslinya seperti Methyl 4-hydroxybenzoate atau 4-hydroxy methyl ester benzoic acid.

Apa yang Menyebabkan Paraben Dianggap Berbahaya?

Paraben pada bidang industri digunakan untuk menjaga kualitas suatu produk. Produk makanan, minuman, dan obat-obatan juga sering menggunakan paraben agar tidak terkontaminasi jamur dan bakteri.

Bertindak Seperti Estrogen

Paraben pada tubuh dapat bertindak seperti estrogen. Produksi estrogen yang tinggi pada tubuh dapat mengakibatkan kerusakan hormon dan meningkatkan resiko kanker, begitu pula dengan paraben.

Penggunaan bahan kimia untuk produk yang dikonsumsi manusia telah diatur oleh FD & C Act (Federal Makanan, Obat, dan Kosmetik Act), di Amerika. Dalam aturan tersebut, produk kosmetik yang mengandung paraben dilarang beredar dan diperjualbelikan dalam batas yang ditentukan.

Batas Kadar Penggunaan Paraben

Organisasi yang bergerak di bidang cosmetic ingredient review atau CIR bekerjasama dengan FDA menetapkan jenis paraben seperti Methylparaben, Propil, dan Butylparaben aman digunakan pada tingkat 25%. Sedangkan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) di Indonesia menetapkan penggunaan paraben pada kosmetik sekitar 250 mg/kg-nya.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa paraben dalam dosis yang telah ditentukan masih diperbolehkan dan dianggap aman. BPOM sendiri memperbolehkan produk kosmetik, obat dan makanan menggunakan bahan kimia tersebut dalam batas yang telah ditetapkan tadi. Meskipun demikian, perempuan harus tetap berhati-hati memilih kosmetik dengan kandungan paraben.

Reaksi Kosmetik yang Mengandung Paraben Pada Kulit

Produk kosmetik yang mengandung paraben dapat memunculkan beberapa reaksi. Kamu perlu memperhatikannya supaya terhindar dari alergi kulit. Tanda-tanda reaksi tersebut di antaranya:

  1. Timbulnya rasa gatal pada kulit setelah pemakaian produk.
  2. Muncul ruam kemerahan pada kulit.
  3. Kulit menjadi lebih kering dan bersisik.
  4. Kulit menjadi nyeri, melepuh panas seperti terbakar.

Itulah sekilas informasi mengenai bahaya paraben pada kosmetik. Kosmetik yang mengandung paraben sebaiknya tidak digunakan untuk menjaga kesehatan dan segeralah beralih ke produk kosmetik yang lebih aman tanpa zat kimia berbahaya seperti produk kosmetik buatan ADEV Natural Indonesia.

Anda tertarik membuat produk kosmetik yang aman dan halal dengan merek sendiri? segera isi form di sini.

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan komentar